Selasa, 23 Oktober 2018

KALIMAT TAUHID ( Semangat Bersatu )

KALIMAT TAUHID
#semangatbersatu
Oleh : Kang Lukman



Rangkaian kesemarakan peringatan Hari Santri Nasional kemarin sempat terjadi "insiden" tentang pembakaran bendera yang disebut-sebut bertuliskan kalimat tauhid yang cukup menghebohkan dan viral di jagat dunia media sosial.

Pelakunya sudah diamankan oleh pihak berwenang untuk dimintai keterangan. Hal ini layak menjadi pelajaran berharga sehingga dikemudian hari kejadian seperti ini tak sepatutnya terjadi lagi. Apapun motif yang melatarbelakangi terjadinya insiden ini, kiranya kita bisa mengambil inspirasi dari semangat "kalimat tauhid".

Tauhid (توحيد) berasal dari akar kata وحد artinya satu. Manusia pada mulanya umat yang satu (أمة واحدة) satu akidah dan satu tujuan amal perbuatan, karena mereka berpaling dari tuntunan maka akhirnya berselisih dan  bercerai berai. Untuk mengembalikan dalam kondisi semula yaitu bersatu dalam akidah dan kebenaran maka Allah mengutus manusia pilihan untuk menuntun dan menyampaikan risalah kepada umat manusia (lihat surat Al-Baqarah ayat 213). Tuntunan dan syariat yang dibawa para nabi bisa saja berubah-rubah dan bermacam-macam, tapi landasan agama samawi itu tetap satu yaitu tauhid, jadi tauhid adalah landasan yang mempersatukan kita dengan umat-umat terdahulu.

Kalimat tauhid adalah kalimat yang mengkoneksikan kita menjadi bersatu, sekaligus mampu mempersatukan berbagai perbedaan dan latarbelakang. Kita berbeda syariat dan tuntunan dengan umat terdahulu, namun kita satu dalam dimensi akidah yaitu tauhid. Latar belakang syariat umat nabi Muhammad berbeda dengan umat nabi yang lainnya, namun umat nabi manapun landasan akidahnya satu yaitu tauhid.

Setiap orang yang hatinya diikat oleh kalimat tauhid, maka akan bersatu dengan orang-orang yang landasan agamanya tauhid, mereka disebut muslim. Kita sesama muslim dipersatukan oleh kalimat tauhid, memiliki semangat membangun kesatuan dan persatuan. Semangat tauhid mengajarkan kita untuk menjaga agar tidak memperuncing perselisihan apalagi sampai bercerai berai. Maka pelajaran dari insiden pembakaran bendera ini layak dijadikan momentum untuk merajut kembali semangat bersatu, yang belakangan ini sempat terganggu karena perbedaan pandangan dan pilihan. Persatuan adalah energi luar biasa yang dapat dimanfaatkan untuk membangun agama, nusa dan bangsa. Menjaga nilai-nilai persatuan adalah kewajiban kita bersama, jangan sampai ada pihak-pihak yang dengan sengaja ingin mengadu domba bangsa ini agar bercerai- berai.

Semoga bermanfaat
Wallahu a'lam bisshowab

Senin, 22 Oktober 2018

Pelantikan Pengurus JQH NU


Pelantikan Pengurus JQH NU

Selamat Buat KH. Lukman Hakim Sebagai Majelis Ilmi, Kiyai Ade Dahwani Dari Cirebon Sebagai Waki Bendahara, KH Uki Marzuki Dari Cirebon Sebagai Kodinator Koprasi, Kiyai M Mustofa Dari Indramayu Sebagai Kordinator Bidang Lembaga Dan Pesantren..Yang Hari ini di lantik Sebagai Pengurus Pusat Jamiyyah Qurra Wal Huffazh Nahdlatul Ulama ( PP JQH NU ) 2018-2013.


HARI SANTRI NASIONAL ( santri itu keren )


HARI SANTRI NASIONAL
#santriitukeren

Oleh : Kang Lukman


Bersyukur menjadi santri, karena ia makhluk paling keren saat ini, ia berani tampil beda dibanding dengan yang lain.

Yang lain setiap harinya selalu memegang handphone, santri setiap harinya pegang al-qur'an

Yang lain setiap harinya selalu dilayani oleh orang tuanya, santri bisa melakukan pekerjaannya dengan mandiri

Yang lain sholat lima waktu nya belum tentu berjamaah, santri setiap hari sholat lima waktunya selalu berjamaah

Yang lain malam harinya belum tentu qiyamullail, santri setiap malamnya diisi dengan qiyamullail

Yang lain belum tentu bisa mengaji, santri itu setiap harinya mengaji

Yang lain setiap harinya tadarus media sosial, santri itu setiap harinya tadarus Al-Qur'an dan kitab

Yang lain ngumpul ber-gang motor, santri ngumpul bermusyawarah

Yang lain masih sering buka aurat, santri setiap harinya selalu menutup aurat

Yang lain hari-nya tidak pernah dirayakan, santri memiliki hari yang dirayakan, yaitu "HARI  SANTRI NASIONAL"

Semoga bermanfaat
Wallahu a'lam bisshowab

Sang Guru



Sang Guru

Oleh : Kang Asep Saefullah

Jangan lupa ibu bapakmu
Adalah Guru pertamamu
Yang mengenalkan Tuhan
Dan "nggulo wenthah" kehidupan

Jangan kau lupakan
Ustadz kampungmu
Yang sabar menuntunmu
Mengenal alif-alifan

Mengajarimu turutan
Fasholatan dan kesahajaan
Jangan kau lupakan
Guru-guru TK-mu

Dengan kelembutan
Menanamkan kepribadian
Lewat nyanyian dan dolanan
Meski ratusan buku

Telah kau tamatkan
Jenjang akademik
Kau selesaikan
Gelar sarjana atau "sebutan"

telah disematkan
Bahkan puluhan kitab
Telah kau khatamkan
Dari berbagai pondok

Dan kyai kenamaan
Sekali lagi..
Jangan kau malu
Jangan ragu

"Aku adalah murid Ibu-Bapakku
Aku murid Ustadz Fulan
Yang mengajariku Turutan
Aku Murid Bu Fulanah
Yang mengariku ejaan"

Untuk Sang Guru
Aku Tetap Muridmu

Selamat Hari Santri...
Santri Tetaplah Santri..
Ta'dhim Kepada Kyai...

Minggu, 21 Oktober 2018

Milad UKM MAPALANGIT BIRU

Selamat Milad ke 1
UKM MAPALANGIT BIRU
Mahasiswa Pecinta Alam Bawah Langit STID Al Biruni Cirebon
Tanggal 22 Oktober 2018


Tak terasa satu tahun sudah berdirinya UKM MAPALANGIT BIRU di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al Biruni Cirebon sebagai UKM yang pertama semoga terus bisa memberi warna cerah.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota UKM MAPALANGIT BIRU senantiasa bergerak atas dasar kemanusiaan dan sebagai siar membawa nama kampus STID Al Biruni Cirebon ke luar daerah agar dikenal disemua daerah.
Semoga di usia yang seumur jagung ini bisa membuat pondasi yang kokoh dan bisa membangun generasi-generasi bermental baja dan militan untuk meneruskan kiprahnya di kancah kepecinta alaman di negri Indonesia.

Salam Lestari.

HARI SANTRI NASIONAL ( hanya santri )

HARI SANTRI NASIONAL
#hanya santri

Oleh : Kang Lukman


Pekan ini diberbagai daerah marak kegiatan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional, mulai acara halaqah, seminar, muktamar pemikiran, festival, kirab, perlombaan, muktamar pemikiran, istighosah sampai dengan acara yang paling spektakuler yaitu pembacaan satu milyar shalawat nariyah, semua kegiatan tersebut adalah persembahan dari santri untuk Indonesia.

Indonesia patut merasa istimewa ada santri, karena selama ini hanya santri-lah yang selalu terdepan mau mentradisikan doa bersama untuk bangsa dan negara ini agar baldatun Thoyyibatun warabbun Ghofur, Indonesia yang aman sejahtera.

Indonesia patut berbangga memiliki santri, karena selama ini yang selalu mengobarkan semangat cinta tanah air hanya santri. Baginya cinta tanah air merupakan cermin keimanan.

Indonesia patut bersyukur dengan santri, dalam sejarah Indonesia hanya santri lah yang berani menggelorakan resolusi jihad yang bisa mengobarkan semangat berjuang untuk melawan penjajah, hingga lenyap dari bumi Indonesia ini.

Indonesia patut diperhatikan dunia, karena memiliki jiwa keberanian santri, dalam sejarah peradaban Islam yang mampu untuk memberikan masukan hanyalah santri yang tergabung dalam komite hijaz, agar maqam Rasulullah di Madinah tidak dihancurkan seperti maqam-maqam yang lain, usulan tersebut diterima hingga kini semua umat muslim dari berbagai negara masih tetap bisa berziarah ke maqam Rasulullah.

Indonesia patut dijadikan referensi dunia, karena memiliki model keberagamanya santri. Dalam menjalankan ajaran agamanya hanya santri yang senantiasa mengenalkan cara yang ramah, santun, toleran, menghargai budaya dan kemajemukan dengan Islam Nusantaranya. Model keislaman Indonesia yang moderat layak dijadikan rujukan oleh berbagai negara yang ada dibelahan dunia.

Indonesia patut berbangga hati dengan santri yang senantiasa mandiri, karena hanya santri yang kegiatan belajar mengajarnya tidak dibiayai oleh keuangan negara. Padahal belajar nya santri full siang malam.

Semoga bermanfaat
Wallahu a'lam bisshowab

Sabtu, 20 Oktober 2018

POSMODERN; Membongkar Dominasi Modernitas(Filsafat Modern,Filsafat Perenial,Hermenetika hingga Moh. Arkoun)



FILSAFAT MODERN

Oleh: Khusni Mubarok Abdullah






Kemunculan filsafat modern sebetulnya seiring dengan zaman baru atau"renaisance" dalam Istilah Barat, sekitar abad 15 dan 16 di masa abad pertengahan. Renaisance berarti kelahiran kembali; yaitu usaha untuk menghidupkan kembali kebudayaan klasik (Yunani-Romawi). yang paling penting dari masa ini adalah timbulnya ilmu pengetahuan Alam yang modern berdasarkan eksperimental dan matematis. Perintis jalan baru untuk perkembangan ilmiah modern adalah Leonardo Da Vinci (1452-1519), Nicolas Copernicus (1473-1543), Johanes Kepler (1571-1630) dan Galileo (1564-1643).

Bapak filsafat modern adalah Rene Descartes (1596-1650), bahkan setiap filosof modern merupakan pengikutnya. prinsipCagito ergo sum (saya berfikir, maka saya ada) menjadi inspirasi pemikiran yang banyak melahirkan banyak philosophy-rasionalisme, meskipun masing-masing memiliki karakter spesialisasi tersendiri. sebut saja Niestze, denganeksisitensialisnya menekankan kehendak berkuasa; Freud mengiisyaratkan insting seksual dan menunjuk naluri ekonomi sebagai inti kodrat manusia.


Filsafat modern sangat mengagungkan rasionalisme danempirisme (materialisme). menurut Thomas Kuhn, keduanya adalah paradigma sains, tapi bagi John Dewey seorang filosof Amerika apabila rasionalisme dan empirisme dikawinkan dapat membuahkan pemikiran ilmiah modern. ini menjadi karakter dan stigma yang cukup kuat dalam istilah modernisasi sampai saat ini.
pertanyaannya adalah sampai dimana filsafat modern mampu bertahan ? bagaimana pula filsafat Post modern menjadi alternatif sekaligus menggugatnya disaat bersamaan?


FILSAFAT PERENIAL


Istilah lain filsafat perenial ini adalah phylosophie-perennis (filsafat keabadian), pertama kali digunakan di dunia barat oleh Augustinus Steuchers melalui karyanya yang berjudul " De Perenni Philosophie" diterbitkan pada 1540, selanjutnya istilah tersebut dipopulerkan oleh Leibnitz 1715.

Dari sudut kebahasaan Perenial berasal dari bahasa latin Pereunisyang kemudian diadopsi kedalam bahasa Inggris yang berarti kekal selama-lamanya atau abadi. Istilah perenial biasanya muncul dalam wacana filsafat agama, agenda yang dibicarakannya adalah:pertama, tentang talian wujud yang absolut, sumber dari segala wujud tuhan yang maha benar adalah satu, dan hingga semua agama yang muncul dari satu pada prinsipnya sama karena dari sumber yang sama. kedua, filsafat perenial ingin membahas fenomena pluralisme agama secara kritis dan kontemplatif. meskipun agama yang benar hanya satu, tapi karena ia diturunkan pada manusia dalam spektrum historis dan sosiologis maka ia tampil dalam formatnya yang pluralistik. karenanya setiap agama memiliki kesamaan dengan agama lain sekaligus memiliki ke-khas-an sehingga berbeda dari yang lain. ketiga, filsafat perenial berusaha menelusuri seseoranga atau kelompok melalui akar-akar kesadaran religiusitas seseorang atau kelompok melaluisimbol, ritus serta pengalaman keagamaan.

filsafat perenial seperti dikemukakan diatas merupakan sebuah pandangan dunia ( a View of world) religius yang juga memiliki pemahaman khusus tentang realitas. dalam diri manusia terkandung dimensi realitas yang ilahiyah terlihat ke dalam tingkatan wujud yang paling rendah, menyebabkannya menjadi bingung tersesat dan akhirnya melupakan hakikat esensinya yang ilahiyah.

melalui Budy Munawar Rahman, Aldous Huxley memberi rumusan perenial kepada kita antara lain : (1) metafisika yang memperlihatkan suatu hakikat kenyataan ilahi dalam segala sesuatu, kehidupan dan fikiran.(2) suatu psikologi yang memperlihatkan adanya sesuatu dalam jiwa manusia (soul) yang identik dengan kenyataan ilahi itu dan (3) etika yang meletakkan tujuan manusia dalam pengetahuan terhadap dasar yang imanen dan transenden dari segala sesuatu.

Filsafat perenial memang berkaitan dengan yang Scientia sacra(absolut), oleh karenanya filsafat ini ialah pengetahuan yang selalu ada, dalam tradisi kristen disebut Grostic, sedangkan dalam Islam dinamakan al-Hikmah.
Agama memang beragam, akan tetapi semua tertuju pada titik absolut yang sama (esoterik); yaitu Tuhan. kerangka filosofis inilah yang oleh Frithjot Schoun disitilahkan dengan filsafat perenial.kalau Nurcholis Madjid (alm)- berbeda dalam pengistilahannya meskipun esensinya nyaris sama;dalam istilah teologi kesatuan agama-agama atau teologi inklusifnya, Nurcholis Madjid mencoba meretas alur fikir monoteisme (tauhid) dan sikap pasrah (al-islam) sebagai kalimah as-sawa (kesatuan agama-agama), hanya saja beliau menggunakan idiom-idiom islam dalam pengistilahannya. maka dibanding Schoun, perenialisme Nurcholis lebih bercorak Islam.

filsafat perenial sebetulnya bersifat tradisional, ini juga yang menjadi penyebab timbulnya pertentangan dengan filsafat modern, terutama dalam perebutan klaim keabsahan antara objektif dan subjektif. sains modern menganggap semakin terlihat secara material, maka semakin objektif. apalagi ilmu-ilmu ketuhanan (teologi) dianggap semakin bersifat subjektif. dari sudut pandang perenial akan berbeda, justru kebalikannya; yang metafisik (esoteris) adalah yang objektif karena merupakan hakikat dari yang manifes (yang eksoteris itu) kebenaran agama dipandang terletak pada sisi esoteris. sering kali orang terjebak bahwa benarnya agama dengan eksotoris, padahal itu hanya yang manifes saja. meskipun dalam hal yang manifes ada juga kebenaran sebagai akibat adanya yang esoteris dalam bungkus manifes.

Ajaran kebenaran esoteris di atas ini telah sejak lama dari zaman nabi Adam kemudian dikembangkan oleh nabi Idris yang dalam tradisi filsafat Yunani diidentikkan dengan Hermes sebagai father of phylosopher (abul hukkania). Hermes itulah yang menurut sebagian pendapat adalah nabi Idris, yang telah merintis cikal bakal filsafat perenial setelah ia menerima wahyu dari tuhan. dari nama Hermes inilah lalu lahir apa yang disebut filsafat Hermenetika; suatu kajian filosofis untuk mengenal inti pesan tuhan yang berada di balik ungkapan bahasa (teks).

Dalam dongeng Yunani, Hermes(nabi Idris) dipanggil oleh Dewa (tuhan) yang disana Hermes dapat perintah tuhan untuk disampaikan kepada pengikutnya karena hermes sadar betul tingkat kecerdasan serta situasi sikologis dan sosiologis rakyatnya, maka Hermes berusaha meredaksikan pesan tuhan dengan bahasa dan pengungkapan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh kaumnya, maka yang terjadi pada kasus Hermes ini adalah terjadinya dualitas antara esensi pesan dan bentuk atau medium untuk mengekspresikan pesan tuhan, dalam perkembangan selanjutnya, Hermenetika sering digunakan sebagai metode tafsir untuk menggali pesan tuhan yang perenial, dibalik wadah bahasa yang terikat oleh budaya dalam ruang dan waktu tertentu.

Wahyu yang diterima para nabi apabila dianalisa kembali akan memunculkan dua problem utama hermenetika. pertama, yang harus dipecahkan oleh para nabi ialah bagaiman menyampaikan kehendak tuhan yang menggunakan'bahasa bumi', kedua,bagaiman menjelaskan isi sebuah teks keagamaan kepada masyarakat yang hidup dalam tempat dan kurun waktu yang jauh berbeda dari pihak penulisnya, mengingat bahasa manusia demikian banyak ragamnya, sedangkan setiap bahasa mencerminkan pola budaya tertentu, maka problem penterjemahan dan penafsiran merupakan problem pokok dalam hermenetika.
Hermenetika selalu berkaitan dengan proses pemahaman, penafsiran dan penerjemahan atas pesan (lisan atau tulisan) untuk selanjutnya disampaikan kepada masyarakat yang hidup dalam dunia yang berbeda. ada tiga elemen inti dalam hermenetika, yaitu pengarang, teks dan pembaca. ketiganya harus dinamis, terbuka dan dialogis, karena tanpa itu maka sebuah teks akan kehilangan ruh dan ahirnya mati. persoalan menjadi rumit ketika jarak dan waktu, tempat dan budaya antara pengarang dan teks demikian jauh.

Persoalan keterasingan inilah yang menjadi perhatian utama Hermenetika sebagai sebagai sebuah teori interpretasi yang kemudian berkembang menjadi sebuah disiplin filsafat. tugas pokok hermenetika adalah bagaimana menafsirkan sebuah teks klasik atau teks yang asing sama sekali bagi kita yang hidup di zaman dan tempat dan setting sosial kultur yang berbeda.

inti Hermenetika adalah suatu kajian filsafat untuk mengenal pesan tuhan yang ada di balik ungkapan bahasa. dalam perkembangan selanjutnya hermenetika sering digunakan sebagai tafsir untuk menggali pesan tuhan yang perenial, di balik bahasa yang terikat oleh budaya dalam ruang waktu tertentu.

Proses penafsiran melalui hermenetika tidak menggunakan metode induksi atau deduksi, tapi dengan metode alternatif yang disebut abduksi, yaitu menjelaskan data berdasarkan asumsi dan analogi penalaran serta hipotesis-hipotesis yang memiliki berbagai kemungkinan kebenaran. disini pra-konsepsi dan pra-disposisi seorang penafsir dalam memahami teks memiliki peran yang penting dalam proyek pembangunan makna.
Pada dasarnya apa yang disebut pemahaman dan pengalaman agama sampai batas tertentu merupakan refleksi dan penafsiaran subjektif yang muncul dari proses dialog seseorang dengan dunia yang dihadapi. termasuk dunia tradisi dan teks keagamaan. dengan kata lain, ketika seseorang membaca dan memahami sebuah teks, secara tidak langsung ia memproduksi ulang dan menfsir teks sesuai dengan kemampuan dan kecenderungan subjektifnya.

MENGENAL ARKOUN

 (bersambung)
.........................................................................



Rabu, 17 Oktober 2018

BELAJAR ALFATIHAH ( Menyemai berkah )


BELAJAR ALFATIHAH

#menyemai berkah
Oleh : Kang Lukman


Dalam surat Alfatihah ada satu ayat yang paling sering diucapkan terutama ketika akan memulai melakukan suatu pekerjaan yang baik, yaitu ayat yang pertama
بسم الله الرحمن الرحيم
artinya "dengan menyebut nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang".
Motivasi membaca basmalah ini atas dasar keyakinan bahwa apa yang kita kerjakan akan membawa keberkahan, terinspirasi saran yang pernah disampaikan oleh Rasulullah.
Ada ilustrasi sederhana dari aktivitas pekerjaan kita yang layak menjadi media belajar, seringkali kita menyebut nama identitas lembaga atau perusahaan dimana kita bekerja, terutama saat kita sedang melakukan tugas luar kantor. Kita memulainya dengan memperkenalkan diri dan menyebut nama institusi atau perusahaan dimana kita bekerja. Dengan menyebut nama berarti kita bekerja atas nama "institusi atau perusahaan" tersebut. Hal ini akan berpengaruh dalam menjalani proses pekerjaan, terutama menjadi lebih percaya diri dalam menjalankan tugas-tugas yang telah diamanatkan kepada kita, sekaligus kita mendapatkan berbagai fasilitas sebagai bentuk perhatian yang telah disediakan oleh institusi atau perusahaan tersebut.
Ketika akan memulai pekerjaan kemudian kita menyebut "nama Allah" itu artinya ada energi spiritual bahwa kita telah melibatkan adanya Allah dalam melakukan pekerjaan tersebut. Kita tidak lagi sendirian tapi ada yang mengiringi dalam langkah pekerjaan yang kita lakukan, yaitu Allah SWT. hal ini akan menumbuhkan adanya keyakinan diri bahwa ada peran tangan Allah yang akan menolong dan membantu setiap pekerjaan kita. Kalaupun kita menemukan kesulitan dalam menghadapi pekerjaan tersebut, maka dengan menyebut nama Allah itu artinya ada keyakinan bahwa Allah akan membantu memudahkan pekerjaan yang kita hadapi.
Menyebut nama Allah, juga akan menumbuhkan adanya keyakinan diri bahwa Allah selalu menuntun apa yang kita kerjakan, ini akan memberikan makna bahwa dalam melakukan pekerjaan tersebut kita mengupayakan dengan yang terbaik, karena kita meyakini bahwa Allah sedang mengajari kita. Menyebut nama Allah juga berarti kita yakin bahwa Allah mengamati pekerjaan kita, sehingga kita akan senantiasa untuk tidak berbohong, menipu atau merugikan orang lain.
Menyebut nama Allah berarti juga kita meyakini bahwa Allah akan menganugerahkan berbagai fasilitas (keberkahan) yang telah disiapkan bagi hamba-nya yang patuh.
Semoga bermanfaat
Wallahu a'lam bisshowab


BELAJAR ALFATEKA ( berbeda itu rahmat)


BELAJAR "ALFATEKA"

#berbeda itu rahmat
Oleh Kang Lukman



Kalimat "alfateka" ternyata memicu perdebatan dan komentar yang beragam, ada yang mencoba mengkajinya dari sudut pandang disiplin ilmu bacaan Al-Qur'an, bahwa makhroj huruf (ح) berbeda dengan makhroj huruf (ك) sehingga berimplikasi makna yang berbeda pula. Ada yang menganalisanya melalui pendekatan dialek bahasa, karena dalam pembacaan al-qur'an juga mengakomodir 7 macam bacaan yang dikenal dengan nama qiroaah sab'ah. Ada yang memandang nya dari sisi bentuk kata (morphology), dan berbagai sudut pandang lainnya. Yang jelas komentarnya beragam baik yang positif, maupun berkomentar negatif termasuk ada juga yang mentertawakannya. Apapun komentarnya silahkan itu hak masing-masing dalam menilai, selagi kita bisa menghargai cara pandang orang lain, malah akan menambah wawasan dan khazanah ilmu pengetahuan, terutama diskursus seputar Alfatihah dan Alquran.
Adanya keragaman pandangan merupakan anugerah sekaligus rahmat Tuhan. Sayang hanya karena berbeda pandangan, kita saling menjelekkan, mencemooh bahkan bermusuhan. Berbeda itu menandakan ke-Maha Besaran Tuhan, buktinya sejak manusia pertama diciptakan sampai sekarang tidak ada yang sama, semuanya berbeda-beda, baik bentuk wajah, kornea mata, sidik jari, termasuk bunyi suara bicara, semuanya menunjukkan identitas kekhasan. Karena berbeda inilah manfaatnya sekarang diadaptasi untuk kebutuhan absensi sidik jari, metode identifikasi dan lainnya.
Berbeda itu anugerah kekayaan untuk menambah khazanah wawasan dan pengetahuan. Sebagai ilustrasi kita bisa memperhatikan bahwa setiap manusia yang dilahirkan, ternyata dia limited edition, desain nya satu hanya untuk dia, tidak dipakai untuk yang lain sekalipun kembar identik, kalau diperhatikan secara seksama pasti ada yang berbeda, desainnya tidak diproduksi massal seperti pabrikan. Ini menandakan bahwa Tuhan maha kaya akan desain, belum lagi desain untuk yang lainnya. Pola penciptaan yang berbeda-beda ini karena Tuhan ingin memberikan pendidikan agar akal pikiran kita mau mengamati, meneliti sekaligus menghasilkan karya-karya inovatif. Hal ini juga yang ditegaskan dalam Al-Qur'an surat an-nahl ayat 69 bahwa beragam buah-buahan yang ada itu menjadi pelajaran agar kita mau mendayagunakan akal pikiran.
Berbeda itu untuk saling mengisi dan melengkapi, maka apa yang ada dalam semesta ini diciptakan berpasang-pasangan. Manusia diciptakan untuk berpasangan, makanya ada laki-laki ada perempuan, anggota tubuh juga berpasangan, ada telinga kanan ada telinga kiri, kaki kanan kaki kiri, tangan kanan tangan kiri, mata kanan mata kiri. Juga Tuhan menciptakan ada siang ada malam, ada manis ada pahit, ada kaya ada miskin, ada bahagia ada sengsara dan lain sebagainya. Disamping berpasangan, juga ada keragaman, beragam suku, bangsa dan bahasa, tujuannya untuk ta'aruf (lihat surat al-hujurat ayat 13) yaitu saling belajar, saling mengenali, saling memberi pengertian, saling memberi pengetahuan, karena kalau tak kenal maka tak sayang, lagi-lagi berbeda itu rahmat.
Berbeda adalah sunatullah, berbeda juga adalah pilihan, maka tak sepatutnya karena berbeda kita saling mencela, apalagi hanya sekedar berbeda pandangan dan pilihan. Jika kita menemukan perbedaan pandangan, maka kata hikmah yang pernah disampaikan Imam Asy-Syafi'i layak menjadi inspirasi untuk dijadikan rujukan, yaitu :
رأيي صواب ويحتمل الخطأ ورأي غيري خطأ يحتمل الصواب
“Pendapatku itu benar, tapi boleh jadi salah. Dan pendapat selain ku itu salah, tapi boleh jadi benar”
Kiranya kalau kita berpijak dengan kata hikmah tersebut, maka perbedaan pandangan benar-benar akan menjadi rahmat.
Semoga bermanfaat
Wallahu a'lam bisshowab


BELAJAR ALFATEKA ( Berguru belajar qur'an )

BELAJAR "ALFATEKA"
#berguru belajar qur'an
Oleh : Kang Lukman


Adanya berbagai pandangan dan komentar tentang pengucapan "alfateka" yang dianggap tidak tepat, dan berimplikasi bisa merubah makna, maka ada baiknya kita mengambil pelajaran tentang bagaimana pengucapan kalimat yang  ada dalam Alquran dengan tepat dan benar sesuai kaidah yang dijadikan rujukan dalam disiplin ilmu bacaan Al-Qur'an.

Ketika Rasulullah pertama kali menerima wahyu berupa surat al-'alaq ayat 1 - 5, yang disampaikan melalui malaikat Jibril, Rasullullah dengan jujur mengatakan bahwa dirinya "tidak bisa membaca" (ما انا بقارئ) sampai diulang 3 kali, saat itu usia Rasullullah bukanlah usia anak-anak atau remaja, melainkan disaat usia 40 tahun dengan telah menyandang status mulia, yaitu sebagai Rasul. Keberanian mengakui tidak bisa membaca pada usia di atas 40 tahun plus dengan status yang melekat dalam dirinya, merupakan gambaran orang yang memiliki kerendahan hati dengan siap mengesampingkan gengsi atau egonya, juga mencerminkan kejujuran diri dan kesadaran untuk mau belajar kepada orang yang memiliki kemampuan.

Rasulullah bisa membaca Alqur'an bukan dengan sim salabim namun melalui proses belajar yang diajarkan oleh malaikat Jibril. Metode pengajarannya adalah Jibril terlebih dahulu mencontohkan bacaan ayat Alquran, sementara  Rasulullah fokus mendengarkannya, setelah selesai membacakannya, maka Rasulullah yang bergantian mengikuti bacaan ayat yang telah dipraktekkan oleh malaikat Jibril, kemudian dihapal sampai di hati. (lihat surat al- qiyamah ayat 18).

Metode seperti ini juga dipraktekkan oleh Rasulullah ketika menyampaikan ayat Alqur'an dihadapan para sahabat, Rasulullah mencontohkan terlebih dahulu, para sahabat mendengarkan secara seksama, kemudian menirukan bacaan ayat, sama seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, sampai benar-benar hafal. Cara ini juga yang diterapkan oleh para sahabat Rasulullah ketika menyampaikan kepada para tabi'in, begitu seterusnya hingga sampai ke kita. Jadi cara yang paling efektif agar kita bisa membaca Alqur'an, mutlak membutuhkan adanya orang yang mengajarinya. Gurulah yang akan mencontohkan bacaan Alquran dengan tepat dan benar, kemudian kita menirukannya hingga pas membacanya, dan seterusnya hingga mahir mengaji Al-Qur'an.

Jadi faktor yang menjadikan orang bisa mengaji Al-Qur'an adalah karena dia mau belajar dan berguru kepada orang yang memiliki kompetensi dalam bidang al-qur'an. Dalam pandangan Rasullah, orang yang mau belajar dan mengajar Al-qur'an diapresiasi dengan predikat sebagai manusia terbaik. Kalau kita menghendaki ingin menjadi the best versi Rasulullah, tiada kata terlambat untuk belajar Alquran, berapapun usia kita, toh Rasulullah juga memulai belajar al-qur'an di usia 40 tahun. Apapun status sosial kita, janganlah menjadi alasan untuk terkendala belajar Alquran, Nabi Muhammad sekalipun sudah menyandang gelar sebagai Rasul, gelar paling tinggi dan mulia di mata manusia dan Tuhan, siap untuk melepas gengsinya semata-mata demi belajar Alquran. Apapun kesibukan dan aktivitas kita juga janganlah jadi penghalang untuk tidak belajar dan mengaji Al-Qur'an, sisihkan beberapa menit saja, toh setiap hari juga kita tidak pernah merasa kerepotan menyisihkan waktu untuk menggunakan handphone yang memakan waktu berjam-jam. Bismillah

Semoga bermanfaat
Wallahu a'lam bisshowab

Selasa, 16 Oktober 2018

PERAN SUAMI ISTRI DALAM ILUSTRASI AL-QUR'AN Part 5

PERAN SUAMI ISTRI DALAM ILUSTRASI AL-QUR'AN

Kelima : Menghargai Perbedaan
Oleh : Kang Lukman


Bicara pakaian berarti kita mengenal variasi ukuran, model, warna dan jenis bahan yang berbeda-beda. Kenyamanan dalam berpakaian ditentukan oleh kesesuaian ukuran, model, warna dan jenis bahan dengan postur tubuh diri kita sendiri. Pakaian yang sesuai dan nyaman di tubuh kita belum tentu nyaman dan sesuai dengan ukuran postur tubuh orang lain, termasuk dengan postur tubuh pendamping hidup kita. Ternyata perbedaan ini adalah khazanah untuk saling menghargai sekaligus rahmat untuk saling mengisi dan melengkapi. Begitu indah ilustrasi peran suami istri yang digambarkan dengan pakaian, bahwa kita dipertemukan  dengan latar belakang berbagai macam perbedaan yang disatukan dalam wadah pernikahan. Perbedaan yang ada bukan untuk diperdebatkan tetapi justru menjadi literatur untuk saling menghargai, saling mengisi dan melengkapi.

Kita bisa belajar dari kedua kaki kanan kiri kita, sekalipun berbeda bentuk dan posisinya, namun kedua kaki kita senantiasa berkomitmen untuk saling mengiringi langkah untuk maju kedepan dalam menggapai tujuan, tak peduli mana yang harus duluan langkahnya, kalau ternyata kaki kanan yang melangkah terlebih dahulu, maka yang kiri dengan cepat akan mengikuti dan mengiringinya, begitupun sebaliknya. Spirit ini mengajarkan kepada kita  agar tidak selalu menuntut sama, apa yang ada dalam pandangan dan pikiran kita, dengan apa yang ada dalam cara pandang orang lain.

Apa yang dipraktekkan oleh kedua kaki kanan kiri ini kiranya juga bisa menjadi inspirasi, ketika sang istri melangkah untuk menggapai cita-cita, maka sang suami hadir mengiringi langkah cita-cita istri tersebut, begitupun sebaliknya ketika sang suami melangkah untuk maju maka sang istri dengan cepat mengikuti dan mengiringi langkahnya. Apa yang menjadi visi dan misi dalam rumah tangga kalau keduanya senantiasa menghargai perbedaan dan berkomitmen untuk saling mengiringi langkahnya, insya Allah akan terwujud dengan gemilang.

Semoga bermanfaat
Wallahu a'lam bisshowab

PERAN SUAMI ISTRI DALAM ILUSTRASI AL-QUR'AN Part 4

PERAN SUAMI ISTRI DALAM ILUSTRASI AL-QUR'AN 

Keempat Identitas kebesaran dan kehormatan.(bersambung)

Oleh : Kang Lukman



Pakaian itu ciri yang memudahkan kita untuk melihat identitas tentang kebesaran dan kehormatan seseorang. Kita bisa mengenali seseorang apakah statusnya sebagai pelajar, pejabat, polisi, tentara atau lainnya, cukup hanya dengan melihat pakaiannya, karena yang dikenakan merupakan identitas kehormatan lembaga dimana dia berdinas

Seseorang yang memakai pakaian dinas, wajib menjaga nama baik dan kehormatan institusi di mana dia bertugas, karena dia tidak lagi sendiri, tetapi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari lembaga tersebut. Inilah peran pakaian yang diilustrasikan dalam al-qur'an agar suami istri masing-masing menjaga kehormatan dan nama baik keluarga pasangannya. Istri berperan menjaga kehormatan keluarga besar suami,  begitupun sebaliknya suami harus bisa menjaga nama baik keluarganya isteri, karena masing-masing sudah tidak sendirian lagi, tetapi menjadi bagian yang melekat dalam identitas keluarga besar.

Kehadiran kita sebagai anggota baru dalam keluarga besar memiliki peran untuk senantiasa menjaga dan menjunjung tinggi nama besar kehormatan keluarga, karena baik buruknya kita berimplikasi terhadap baik dan buruknya nama kehormatan keluarga. Kita bisa belajar dari bau aroma, kalau ucapan dan perilaku kita sering memicu permusuhan dan kebencian, maka kehadiran kita seperti halnya menebar bau busuk, boleh jadi orang yang berada di keluarga besar kita akan menjauh bahkan akan membuang jauh-jauh aroma busuk tersebut. Lain halnya kalau kehadiran kita mau membangun tali kasih  dan menampilkan perilaku yang santun, maka keberadaan kita seperti aroma minyak wangi yang menebar bau harum. Kita, pasangan, dan kedua keluarga besar semuanya akan terbawa menjadi harum.

Semoga bermanfaat
Wallahu A'lam bisshowab

PERAN SUAMI ISTRI DALAM ILUSTRASI AL-QUR'AN Part 3

PERAN SUAMI ISTRI DALAM ILUSTRASI AL-QUR'AN 


Ketiga memberi nilai keindahan. (bersambung)
Oleh : Kang Lukman
Hasil gambar untuk suami istri dalam islam

Ketika seseorang mengenakan pakaian maka akan tampak lebih indah, menarik dan mempesona. Pesan inilah yang ditawarkan Alquran agar isteri berperan untuk memperindah suami,  begitu juga suami bisa memperindah istrinya

Ikhtiar agar seseorang bisa memperindah penampilan, biasanya  mendatangi salon untuk dirias dan di-make up,  begitu keluar rambut dan dandanan-nya jauh lebih rapih dan indah. Peran salon itulah sejatinya peran suami istri yang bisa merias pasangannya agar tampil lebih rapih dan indah dibanding sebelum menikah.

Perhatian dengan penampilan fisik yang indah itu penting,  tapi ada yang lebih penting lagi, yaitu bagaimana masing-masing antara suami istri bisa berikhtiar untuk memperindah kepribadian pasangannya. Kita bisa belajar dari sekolah kepribadian, sang guru senantiasa  mengajarkan siswanya bagaimana bertutur kata yang sopan dan menarik, bersikap yang lembut dan berprilaku yang santun. Apa yang dilakukan oleh guru sekolah kepribadian itulah peran sejati yang semestinya dilakukan oleh suami dan istri. Masing-masing bagaimana meneladani dan mengajarkan agar bertutur yang baik, bersikap dan berperilaku yang terbaik.

Di rumah kita adalah guru kepribadian, yang siswanya adalah pasangan dan buah hati kita. Pengalaman pada awal pernikahan dan masa bulan madu, dimana kita senantiasa berbicara dengan kata-kata yang indah, romantis dan penuh kelembutan, layak dijadikan mata kuliah inti dalam sekolah rumah tangga. Buah dari penyampaian matakuliah  ini akan membawa prestasi anak-anak kita yang sholeh dan sholehah.

Semoga bermanfaat
Wallahu A'lam bisshowab